3 Gejala Umum dari Usus Buntu pada Wanita 

3 Gejala Umum dari Usus Buntu pada Wanita  – Usus buntu adalah kondisi ketika rtp slot apendiks (kantung yang terhubung ke usus besar dari sisi kanan bawah perut) mengalami peradangan sehingga menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk wanita dewasa. Bahkan, menurut National Library of Medicine, wanita usia subur (16–49 tahun) lebih tinggi mengalami risiko usus buntu, sekitar 43% dibandingkan populasi umum yaitu 35%. Selain itu, gejala usus buntu pada wanita juga sering disalahpahami sebagai penyakit lain, seperti nyeri haid dan kehamilan luar rahim atau disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Oleh sebab itu, kamu harus paham apa saja gejala usus buntu pada wanita dewasa supaya bisa memiliki pencernaan yang sehat dan baik.

Baca Juga :

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gejala usus buntu pada wanita bisa mirip dengan penyakit lain. Hal ini dikarenakan gejala usus buntu terjadi di sekitar rongga panggul yang dekat dengan sistem kemih dan reproduksi. Maka dari itu, ada beberapa penyakit yang gejalanya slot bet 100 hampir mirip dengan usus buntu, seperti nyeri haid, radang panggul, kehamilan ektopik terganggu, dan endometriosis. Namun, pada dasarnya, gejala awal usus buntu pada wanita dapat dilihat dari sejumlah tanda, seperti:

Nyeri Perut di Bagian Kanan Bawah

Terakhir, salah satu gejala awal usus buntu slot thailand pada wanita adalah muncul rasa nyeri di perut bagian kanan bawah. Hal ini dikarenakan peradangan yang terjadi di usus akan merangsang dinding sekitarnya sehingga memicu rasa nyeri. Gejala ini akan muncul selama beberapa jam dan semakin parah ketika kamu bergerak, batuk, bersin, menarik napas, sampai menekan perut. Apabila penyakit ini terjadi di belakang usus besar, maka rasa nyeri akan muncul di bagian punggung bawah atau panggul. Dalam hal ini, gejala nyeri perut pada usus buntu juga sering disalahpahami sebagai penyakit infeksi saluran kemih.

Mual dan Muntah

Pertama, seorang wanita bisa didiagnosis penyakit usus buntu apabila sering mengalami mual dan muntah. Hal ini menandakan adanya sumbatan di usus akibat peradangan. Rasa mual dan muntah juga bisa menyebabkan kurangnya nafsu makan sampai memicu gejala dehidrasi. Apabila dehidrasi terjadi, maka usus akan menyerap cairan di sisa makanan sehingga menjadi penyebab BAB keras. Pada akhirnya, kondisi ini bisa memperparah risiko usus buntu.

Demam

Gejala awal usus buntu pada wanita selanjutnya yaitu demam. Tubuh akan mengalami demam dikarenakan sel-sel tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi usus buntu. Hal ini menandakan adanya peradangan. Pada kondisi tersebut, suhu tubuh akan meningkat sekitar 37.2oC–38oC.

Sembelit atau Diare

Sembelit atau diare juga bisa diartikan sebagai tanda dan gejala usus buntu pada wanita dewasa. Sembelit atau diare bisa muncul karena gangguan pada kinerja usus besar dalam menyerap cairan dari sisa makanan. Selain sembelit atau diare, biasanya gejala ini juga akan disertai dengan perut kembung dan susah buang angin.

Penyebab Gejala Usus Buntu pada Wanita Dewasa

Setelah memahami apa saja gejala usus buntu pada wanita, mungkin kamu bertanya-tanya, lantas apa penyebab dari penyakit ini? Pada dasarnya, penyakit ini bisa terjadi karena penyumbatan pada rongga usus dan adanya fecalith yang masuk ke dalam appendiks. Hal ini bisa memicu perkembangan bakteri yang lebih cepat usus buntu. Bakteri yang terus menumpuk di usus buntu akan menyebabkan peradangan, pembengkakan, sampai keluarnya nanah dan menyebabkan dapat komplikasi peritonitis. Adapun beberapa faktor yang bisa memicu pertumbuhan bakteri di usus buntu yaitu tinja mengeras, infeksi saluran pencernaan, cedera perut, sampai kondisi medis lainnya, seperti tumor.

Apabila gejala usus buntu pada wanita tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan sepsis atau penyebaran infeksi ke selaput dinding perut (peritonitis). Risiko-risiko tersebut bisa terjadi apabila gejala usus buntu tidak ditangani selama 2–3 hari. Oleh sebab itu, di bawah ini adalah beberapa cara meredakan gejala usus buntu pada wanita yang bisa dilakukan:

Mengonsumsi Obat- Obatan

Pertama, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala usus buntu yang ringan. Namun, daripada asal membeli obat, sebaiknya periksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan resep obat dan pereda gejala yang tepat. Perlu diketahui, jika mengonsumsi obat antinyeri sembarangan, maka berisiko menyebabkan pengaburan tanda patognomonis dari usus buntu.

Menjalani Operasi

Operasi akan dilakukan apabila gejala usus buntu pada wanita tidak kunjung sembuh. Pertama, dokter akan melakukan drainase jarum atau operasi untuk mengeringkan abses apabila belum pecah. Selanjutnya, operasi usus buntu sendiri terdiri dari dua macam, yaitu:

  • Laparoskopi: membuat beberapa sayatan sebesar lubang kunci di perut. Lalu, dokter akan memasukkan alat bedah khusus untuk mengangkat usus buntu.
  • Laparotomi: membuat sayatan pada perut bagian kanan bawah sepanjang 10 cm. Operasi ini akan dilakukan apabila terjadi komplikasi, seperti usus buntu telah pecah.

Setelah operasi usus buntu, biasanya dokter akan memberikan cairan intravena melalui infus untuk mencegah infeksi serius pada rongga perut. Sekian informasi terkait gejala usus buntu pada wanita yang harus kamu pahami, serta penyebab dan cara mengobatinya. Gejala usus buntu pada wanita memang hampir sama dengan penyakit lain, mulai dari mual, muntah, diare, demam, sampai muncul rasa nyeri di perut bagian kanan bawah.